Sebagai unsur aparatur negara, abdi negara dan abdi masyarakat yang harus dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, harus mempunyai kesetiaan dan ketaatan penuh terhadap Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945, Negara dan Pemerintah.
Dengan demikian, Pegawai Negeri sipil dapat memusatkan segala perhatian dan pikiran serta mengerahkan segala daya dan tenaganya untuk menyelenggarakan tugas pemerintah dan pembangunan secara berdaya guna dan berhasil guna.
Pegawai Negeri Sipil sebagai aparat negara merupakan publik servant yang melayani masyarakat dengan sepenuh hati.
Sebagai unsur manusia yang punya sifat kodrati memiliki akal dan nafsu faktor Pendidikan dan Latihan (Diklat) seperti uraian di atas masih sangat kurang jika tidak didukung oleh faktor lain yaitu adanya suatu aturan yang menjembatani antara hak dan kewajiban, antara yang boleh dan tidak boleh, yang bisa memberikan gambaran seorang pegawai yang dipercaya (legitimate) oleh masyarakat yang bisa disebut pegawai yang bersih dan berwibawa. Bersih dalam arti seorang pegawai dapat melaksanakan tugas-tugasnya dengan penuh rasa tanggung jawab dengan dilandasi pada kepatuhan dan ketaatan pada berbagai peraturan yang telah ditetapkan. Sedang berwibawa dimaksudkan sebagai wujud konsistensi seorang pegawai dalam menerima dan menerapkan berbagai sanksi yang menjadi konsekuensi adanya tertib hukum, sebagai filter berbagai pelanggaran dan kesalahan. Akumulasi kedua sifat ini diharapkan akan melahirkan suatu bentuk sikap yang disiplin, seperti pendapatan Siswanto.,(1987:278) bahwa disiplin adalah :
‘Sebagai suatu sifat menghormati, menghargai, patuh dan taat terhadap peraturan-peraturan yang berlaku baik yang tertulis maupun tidak tertulis serta sanggup menjalankan dan tidak mengelak untuk menerima sanksi-sanksi apabila ia melanggar tugas dan wewenang yang diberikan kepadanya’.
Pentingnya disiplin dalam diri seorang pegawai negeri adalah karena merupakan salah satu cermin kemampuan seseorang terutama dalam hal pribadi dan etika serta adab sopan santun yang patut dimiliki oleh setiap aparatur disamping bertujuan untuk menjamin tertibnya pelaksanaan peraturan juga sebagai wahana memelihara hubungan baik antara sesama pegawai demi terjalinnya kerja sama dan saling mendukung satu sama lain.
Bagi bangsa Indonesia disiplin ditempatkan sebagai suatu faktor yang penting (urgen), hal mana dibuktikan dengan lahirnya suatu konsensus untuk membudayakan disiplin melalui suatu Gerakan Disiplin Nasional (GDN) yang bertujuan agar pembinaan disiplin nasional dapat dipicu dan dipacu secara terpadu, serentak dan komprehensif, untuk mendukung upaya pemahaman, penghayatan dan pengalaman segenap hukum dan norma-norma yang berlaku dalam kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara oleh penyelenggara negara dan setiap individu anggota masyarakat Indonesia.
Namun pada kenyataan beberapa Oknum pegawai Balai Pelatihan Kesehatan Ri Makassar, bicara lebih arogan dan kurang memiliki sopan santun serta berprilaku kasar. Hal ini terjadi pada hari Rabu, 13 Januari 2009 seorang pegawai bendahara bernama " Resno" bertingkah laku kurang terpuji dan hampir kurang memiliki etika sebagaimana seyogya seorang Pegawai Negeri Sipil.
Berbicara dengan seseorang Manajer suplier untuk Proyek Bapelkes Makassar sambil menikmati makanan dengan mulut berlepotan makanan, dengan berlaga seperti gaya "Naga Bonar"
Seyogya seorang pegawai negeri sipil yang abdi ke negara dan masyarakat lebih bersikap sopan dan santun serta memiliki etika akan lebih mengharumkan nama PNS secara kesuluruhan.
Yang menjadi pertanyaan ; 1) apakah PNS tersebut pengkrekrutannya berdasarkan Nepotisme atau kompentesi kinerja yang saat ini digembor-gembor dalam instansi pemerintahan, dan 2) Apakah PNS tersebut perlu diberikan pelatihan disiplin sekaligus prilaku dan etika dalam berbicara kepada masyarakat selama masih dalam lingkup kerja?
Untuk meningkatkan citra PNS ke depan secara umum, sebaiknya pimpinan Bapelkes Makassar (Dr. Eti) sangat perlu melakukan pendisiplin perilaku dan etika pegawai.
Makassar, 15 Januari 2009
Jumat, 15 Januari 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar